INFO KERJASAMA BISNIS

Untuk order partai besar/kecil dan kerjasama bisnis untuk agen seluruh Indonesia hubungi:
Ferry Sunu : 08883450058/082332130819
Lina : 081914828553/085649558109

Jumat, 08 November 2013

PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR RAJAWALI UNTUK BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH


Bawang Merah dan Bawang Putih
  1. Pengolahan tanah
Tanah yang akan ditanami bawang merah dan bawang putih terlabih dahulu digemburkan dengan menggunakan cangkul, bajak, atau traktor. Penggunaan traktor sangat membantu pada lahan yang luas. Setelah itu, dibuat bedengan-bedengan. Di antara bedengan dibuat parit. Parit berfungsi sebagai tempat masuk air atau tempat keluar air yang berlebihan. Lebar badengan  antara100-120 cm. Parit antara bedengan berukukuran 30-35 cm dengan kedalaman 30-40 cm. Namun, panjang bedengan dan panjang parit disesuaikan dengan luas lahan. Seminggu sebelum penanaman, tanah bedengan diberi pupuk dasar, yaitu disemprot dengan pupuk organik cair rajawali dengan dosis ½ liter pupuk dicampur dengan air 1 tangki. Tanah pada bedengan dicampur dengan pupuk dan diratakan. Sehari sebelum penanaman, lahan diairi secukupnya, dan siap ditanami.
  1. Teknik menanam
Pada bedengan yang telah dipersiapkan untuk menanam bawang merah dan bawang putih, di buat lubang-lubang kecil dengan menggunakan penugal kecil. Kedalaman lubang-lubang kecil dengan menggunakan penunggal kecil. kedalaman lubang ukurannya kurang lebih sama dengan sama dengan bibit yang akan ditanam. jarak tanam 15 x 15 cm atau 15 x 20 cm. umbi bibit yang telah dipotong bagian ujungnya dan telah mengering, dimasukan kedalam lunang dengan bagian ujung di bagian atas.
Bibit sebaiknya jangan ditanam terlalu dalam, karena akan mudah mengalami pembusukan. Ujung umbi sedikit ditutup dengan tanah. Jika terlalu tebal tanah yang menutupinya, akan menghambat pertumbuhan tanaman. Setelah penanaman selesai, bedengan disiram dengan air. Umbi akan tumbuh setelah 5 -7 hari.

c.      Penyiraman
Penyiraman tanaman bawang merah setelah proses penanaman selesai, dilakukan setiap hari sampai daun pertama tumbuh. Waktu penyiraman dilakukan pagi dan sore hari. Jadi, proses penyiraman dilakukan sehari dua kali.
Setelah tanaman bawang merah berumur 50 hari, penyiraman dilakukan cukup dilakukan satu hari sekali. Menyiram
tanaman bawang merah dan bawang putih  sebaiknya tidak terlalu basah, karena kalu terlalu banyak air, tanah bisa menjadi padat yang mengakibatkan  pertumbuhan tanaman terganggu dan dapat juga terjadi pembusukan.
  1. Penyiangan dan penggemburan tanah
Agar tidak bersaing dengan tanaman penggangu atau gulma, lahan bawang merah harus selalu disiangi untuk membuang semua gulma. Proses penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan penggemburan tanah. Penyiangan dilakukan dengan mencbuti semua gulma baik secara langsung oleh tangan, maupun dengan menggunakan alat bantu. Proses penyiangan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman bawang merah.
Biasanya, penyiangan dilakukan dua kali selama pertumbuhan bawang merah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 – 4 minggu, sedangkan penyiangan kedua dilakukan saat tanaman berumur 5 – 6 minggu. Namun, frekuensi penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma.
  1. Pemupukan
Pemupukan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan sebelum penanaman, sedangkan tahap kedua dilakukan setelah penanaman. Pemupukan tahap pertama bisa menggunakan kompos atau pupuk kandang yang sudah difermentasi dengan pupuk organik rajawali sebanyak 10 – 15 ton per hectare. Setelah penanaman di semprot dengan pupuk organik rajawali dengan dosis 250 cc dicampur air satu tangki,  pemupukan pertama dimulai dari tumbuh dua daun, pemupukan ke dua jarak 1 minggu setelah pemupukan pertama, Pemupukan ketiga jarak 4 minggu setelah pemupukan kedua, Pemupukan ke empat jarak 2 minggu setelah pemupukan ketiga.
  1. Pengendalian hama dan penyakit
Dengan menggunakan pupuk organik cair rajawali sudah otomatis mengendalikan hama dan penyakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar