Bawang Merah dan
Bawang Putih
- Pengolahan
tanah
Tanah yang akan ditanami bawang merah dan bawang putih terlabih dahulu digemburkan dengan
menggunakan cangkul, bajak, atau traktor. Penggunaan traktor sangat membantu
pada lahan yang luas. Setelah itu, dibuat bedengan-bedengan. Di antara bedengan
dibuat parit. Parit berfungsi sebagai tempat masuk air atau tempat keluar air
yang berlebihan. Lebar badengan antara100-120 cm. Parit antara bedengan
berukukuran 30-35 cm dengan kedalaman 30-40 cm. Namun, panjang bedengan dan
panjang parit disesuaikan dengan luas lahan. Seminggu sebelum penanaman, tanah
bedengan diberi pupuk dasar, yaitu disemprot dengan pupuk organik cair rajawali dengan
dosis ½ liter pupuk dicampur dengan air 1 tangki. Tanah pada bedengan dicampur dengan pupuk dan
diratakan. Sehari sebelum penanaman, lahan diairi secukupnya, dan siap
ditanami.
- Teknik
menanam
Pada bedengan yang telah dipersiapkan
untuk menanam bawang merah dan bawang putih,
di buat lubang-lubang kecil dengan menggunakan penugal kecil. Kedalaman
lubang-lubang kecil dengan menggunakan penunggal kecil. kedalaman lubang
ukurannya kurang lebih sama dengan sama dengan bibit yang akan ditanam. jarak
tanam 15 x 15 cm atau 15 x 20 cm. umbi bibit yang telah dipotong bagian ujungnya
dan telah mengering, dimasukan kedalam lunang dengan bagian ujung di bagian
atas.
Bibit sebaiknya jangan ditanam terlalu dalam, karena akan mudah mengalami pembusukan. Ujung umbi sedikit ditutup dengan tanah. Jika terlalu tebal tanah yang menutupinya, akan menghambat pertumbuhan tanaman. Setelah penanaman selesai, bedengan disiram dengan air. Umbi akan tumbuh setelah 5 -7 hari.
Bibit sebaiknya jangan ditanam terlalu dalam, karena akan mudah mengalami pembusukan. Ujung umbi sedikit ditutup dengan tanah. Jika terlalu tebal tanah yang menutupinya, akan menghambat pertumbuhan tanaman. Setelah penanaman selesai, bedengan disiram dengan air. Umbi akan tumbuh setelah 5 -7 hari.
c.
Penyiraman
Penyiraman
tanaman bawang merah setelah proses penanaman selesai, dilakukan setiap hari
sampai daun pertama tumbuh. Waktu penyiraman dilakukan pagi dan sore hari.
Jadi, proses penyiraman dilakukan sehari dua kali.
Setelah tanaman bawang merah berumur 50 hari, penyiraman dilakukan cukup dilakukan satu hari sekali. Menyiram tanaman bawang merah dan bawang putih sebaiknya tidak terlalu basah, karena kalu terlalu banyak air, tanah bisa menjadi padat yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu dan dapat juga terjadi pembusukan.
Setelah tanaman bawang merah berumur 50 hari, penyiraman dilakukan cukup dilakukan satu hari sekali. Menyiram tanaman bawang merah dan bawang putih sebaiknya tidak terlalu basah, karena kalu terlalu banyak air, tanah bisa menjadi padat yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu dan dapat juga terjadi pembusukan.
- Penyiangan
dan penggemburan tanah
Agar
tidak bersaing dengan tanaman penggangu atau gulma, lahan bawang merah harus
selalu disiangi untuk membuang semua gulma. Proses penyiangan dapat dilakukan bersamaan
dengan penggemburan tanah. Penyiangan
dilakukan dengan mencbuti semua gulma baik secara langsung oleh tangan, maupun
dengan menggunakan alat bantu. Proses penyiangan harus dilakukan secara
hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman bawang merah.
Biasanya, penyiangan dilakukan dua kali selama pertumbuhan bawang merah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 – 4 minggu, sedangkan penyiangan kedua dilakukan saat tanaman berumur 5 – 6 minggu. Namun, frekuensi penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma.
Biasanya, penyiangan dilakukan dua kali selama pertumbuhan bawang merah. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 – 4 minggu, sedangkan penyiangan kedua dilakukan saat tanaman berumur 5 – 6 minggu. Namun, frekuensi penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma.
- Pemupukan
Pemupukan
dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan sebelum penanaman, sedangkan
tahap kedua dilakukan setelah penanaman. Pemupukan tahap pertama bisa
menggunakan kompos atau pupuk kandang yang sudah difermentasi dengan pupuk organik rajawali sebanyak 10 – 15 ton per hectare. Setelah penanaman di
semprot dengan pupuk organik rajawali dengan dosis 250 cc dicampur air satu
tangki, pemupukan pertama dimulai dari
tumbuh dua daun, pemupukan ke dua jarak 1 minggu setelah pemupukan pertama, Pemupukan
ketiga jarak 4 minggu setelah pemupukan kedua, Pemupukan ke empat jarak 2
minggu setelah pemupukan ketiga.
- Pengendalian
hama dan penyakit
Dengan menggunakan pupuk organik cair rajawali sudah otomatis
mengendalikan hama dan penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar